harris
Natuna

Natuna dan Dilema Laut Indonesia: Mengapa RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Keadilan Fiskal?

7
×

Natuna dan Dilema Laut Indonesia: Mengapa RUU Daerah Kepulauan Jadi Kunci Keadilan Fiskal?

Share this article
Gunung Ranai. (ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Namun, skema pembangunan nasional dinilai masih jawasentris dan didominasi cara pandang daratan (land-based thinking).

Kondisi ini menciptakan ketimpangan nyata bagi wilayah terdepan dan kepulauan seperti Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang harus menanggung “biaya tinggi” akibat faktor geografis.

Direktur Eksekutif Archipelago Natuna Research Center (ANRC), Dr. H. Amirudin, MPA, menegaskan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai solusi atas masalah struktural tersebut.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA
Dr. H. Amirudin dari ANRC memberikan pandangan terkait pentingnya RUU Daerah Kepulauan bagi wilayah Natuna

“Membangun jalan di daratan tentu berbeda dengan menghubungkan pulau-pulau yang dipisahkan laut. Mengirim material dengan truk tidak sama dengan kapal. Perbedaan geografis ini memicu konsekuensi ekonomi, sosial, dan administratif yang signifikan,” tegas Amirudin belum lama ini.

Menurut ANRC, alokasi anggaran pembangunan yang berbasis jumlah penduduk dan luas daratan merugikan daerah kepulauan. Dua daerah dengan jumlah penduduk sama bisa memiliki beban fiskal yang jauh berbeda jika salah satunya berwujud pulau-pulau tersebar.

BACA JUGA:  Pesawat NAM Air Rute Batam-Natuna Tak Kunjung Terbang Berjam-jam, Penumpang Terkatung-katung Minta Kepastian

Akibatnya, biaya pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan, hingga distribusi bahan pokok di wilayah kepulauan membengkak karena tingginya biaya transportasi laut.