Gudangberita.co.id, Anambas — Tanpa radio komunikasi, tanpa petunjuk GPS, dan dengan penerangan seadanya, Bachtiar (61) harus bertaruh nyawa di tengah ganasnya laut lepas. Nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau ini berhasil bertahan hidup setelah lima hari terombang-ambing hingga terhanyut ke wilayah perairan Malaysia.
Perjuangan Bachtiar berakhir lega setelah tim gabungan lintas negara menyerahterimakannya secara resmi di titik perbatasan Indonesia-Malaysia pada Sabtu (17/10).
Penjemputan ini terwujud berkat koordinasi cepat antara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dengan Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia. Kedua instansi menyepakati titik temu (rendezvous) di koordinat 02°54.411’N 104°51.233’E, sekitar 51 Nautical Mile (NM) dari Pelabuhan Letung, Kecamatan Jemaja, Anambas.
Operasi evakuasi berlangsung dramatis pada pukul 12.00 WIB. Pihak MRSC Kuantan memberangkatkan kapal KM Sebatik membawa Bachtiar dari Malaysia, sementara Kantor SAR Natuna menerjunkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Natuna untuk menjemputnya di garis batas perairan.
Di atas RIB 02 Natuna, bergabung unsur TNI AL, Polri di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, Koramil, serta BPBD Anambas. Sementara kapal pompong yang digunakan Bachtiar saat melaut ditarik kembali ke Pulau Jemaja oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).














