Gudangberita.co.id, Natuna – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Kalimantan kian meluas hingga memperburuk kualitas udara di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Bencana ekologis yang telah berlangsung selama tiga minggu ini melumpuhkan aktivitas publik, memaksa sekolah meliburkan para siswa, dan memicu puluhan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Desa Tanjung Setelung, Debi Irwandi, mengonfirmasi bahwa pekatnya paparan asap membuat pemerintah setempat mengambil langkah tegas memutus rantai paparan racun udara pada anak-anak.
“Sekolah sampai hari ini masih diliburkan. Sudah sekitar tiga minggu,” ujar Debi, Kamis (3/9). Ia menambahkan bahwa seluruh masyarakat kini diwajibkan menggunakan masker setiap kali terpaksa keluar rumah.
Dampak krisis udara ini mulai mengancam keselamatan jiwa warga local. Kepala Puskesmas Serasan, Saripah Anisah, SKM, mengungkapkan bahwa kondisi paparan asap sempat menyentuh level paling mengkhawatirkan.
29 Agustus: Kualitas udara berada pada parameter Berbahaya.
31 Agustus: Kualitas udara berada pada parameter Tidak Sehat.
Dampak Kesehatan: Tercatat 52 kasus ISPA per 31 Agustus, dengan 11 pasien harus menjalani rawat inap.













