“Jangan sampai mental seorang pendidik terganggu. Tanpa guru, saya pun tidak akan bisa menjadi jaksa,” tambah Wayan, yang mengaku sebagai putra seorang guru.
Ketua PWI Batam, M A Khafi Anshary, menyambut baik inisiatif Kejari Batam tersebut. Ia menegaskan bahwa PWI Batam siap menjadi mitra dalam mengedukasi sekaligus melindungi kepala sekolah dari praktik intimidasi, terutama oleh oknum wartawan abal-abal yang kerap menakut-nakuti pihak sekolah dengan dalih penyalahgunaan dana BOS.
“Banyak kepala sekolah yang resah. Kami ingin mereka bisa fokus mendidik tanpa tekanan. PWI Batam mendukung penuh langkah Kejari Batam,” ujar Khafi.
Kolaborasi Kejari Batam dan PWI Batam ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan. Selain memberikan rasa aman, kerja sama ini juga mendorong terwujudnya penggunaan dana BOS yang transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.
Tak hanya di sektor pendidikan, sinergitas antara kedua lembaga ini juga akan diperluas ke sektor lain untuk mendukung program pemerintah menjaga Batam tetap kondusif dan semakin diminati sebagai daerah investasi.













