BatamLayanan PublikZona Headline

“Wajib Selip Uang”: Rentetan Testimoni Ngeri Netizen Soal Pengalaman di Imigrasi Pelabuhan Batam Center

147
×

“Wajib Selip Uang”: Rentetan Testimoni Ngeri Netizen Soal Pengalaman di Imigrasi Pelabuhan Batam Center

Share this article
Foto: (Ilustrasi/Imigrasi Batam)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kabar penonaktifan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Hajar Aswad, menjadi pemantik bagi publik untuk bersuara. Kolom komentar Fanpage Gudangberita.co.id seketika dibanjiri testimoni “ngeri” dari netizen yang mengaku menjadi korban praktik pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Ungkapan “Wajib Selip Uang” seolah menjadi rahasia umum yang kini mencuat ke permukaan. Warga mengungkap bahwa paspor tanpa “isinya” sering kali menjadi sasaran intimidasi oknum petugas.

BACA JUGA:  Siapa Bilang Lidah Tak Bertulang? Kasus Diana di Setajam Lingga Buktikan Fakta Medis yang Ngeri-ngeri Sedap

Netizen bernama Carys membeberkan bahwa praktik ini masih berlangsung hingga saat ini. Menurutnya, warga lokal yang ingin ke luar negeri seolah memiliki kewajiban tak tertulis untuk menyelipkan uang di dalam paspor agar urusan lancar.

“Sampai detik ini pun Imigrasi Batam terus melakukan aksi pungli. Rakyat lokal wajib masukkan uang selip di dalam paspor. Tadi pagi teman saya baru masuk Malaysia, praktiknya masih berjalan. Kacau, sudah ketahuan bukan dibenahi malah lanjut,” tulisnya dengan nada geram pada 1 April 2026 di kolom komentar.

BACA JUGA:  Li Claudia Chandra Bongkar Anomali Data Batam: Pekerja KTP Luar Domisili Tembus 199 Ribu

Hal senada diperkuat oleh Harwanto. Ia menyebut nominal Rp50 ribu hingga Rp100 ribu sebagai penentu nasib di depan konter petugas. “Kalau dalam paspor tidak ada selipan, otomatis ditendang atau masuk kantor. Di dalam kantor, ujung-ujungnya duit juga,” ungkapnya.