Tak hanya soal materi, perlakuan kasar oknum petugas juga menjadi sorotan. Akun Rian menceritakan pengalaman traumatisnya saat melihat petugas muda membentak-bentak orang tua dengan suara kasar di dalam ruangan kantor.
Sementara itu, Syukri menyoroti adanya oknum petugas Imigrasi yang sering kali melampaui kewenangannya dengan menanyakan dokumen yang bukan domain mereka, seperti Seaman Book, demi mencari-cari kesalahan penumpang.
“Sudah jelas saya punya LG (Letter of Guarantee), masih banyak pertanyaan. Tanya Seaman Book segala. Saya jawab, Bapak itu Imigrasi bukan Syahbandar!” tegas Syukri dalam komentarnya.
Ironisnya, praktik ini juga menyasar wisatawan mancanegara (wisman). Simon menceritakan keluhan rekannya asal Amerika Serikat yang tetap dimintai uang Rp100 ribu meski sudah membayar visa secara online.
“Teman saya heran dengan Imigrasi di Batam Center. Dia yakin itu ilegal, tapi karena tidak mau terjadi masalah, dia terpaksa bayar,” kata Simon.
Langkah Tegas: Kakanim dan Petugas JS Dicopot
Gelombang keresahan netizen ini sejalan dengan tindakan tegas dari pusat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, memastikan Kakanim Batam Hajar Aswad telah ditarik ke pusat untuk diperiksa.













