BatamLayanan PublikZona Headline

“Wajib Selip Uang”: Rentetan Testimoni Ngeri Netizen Soal Pengalaman di Imigrasi Pelabuhan Batam Center

152
×

“Wajib Selip Uang”: Rentetan Testimoni Ngeri Netizen Soal Pengalaman di Imigrasi Pelabuhan Batam Center

Share this article
Foto: (Ilustrasi/Imigrasi Batam)
banner 468x60

Tak hanya soal materi, perlakuan kasar oknum petugas juga menjadi sorotan. Akun Rian menceritakan pengalaman traumatisnya saat melihat petugas muda membentak-bentak orang tua dengan suara kasar di dalam ruangan kantor.

Sementara itu, Syukri menyoroti adanya oknum petugas Imigrasi yang sering kali melampaui kewenangannya dengan menanyakan dokumen yang bukan domain mereka, seperti Seaman Book, demi mencari-cari kesalahan penumpang.

BACA JUGA:  Resmi Dikuburkan, Hasil Autopsi Diana Kini Jadi Tumpuan Polisi Ungkap Misteri Kematian Mengenaskan

“Sudah jelas saya punya LG (Letter of Guarantee), masih banyak pertanyaan. Tanya Seaman Book segala. Saya jawab, Bapak itu Imigrasi bukan Syahbandar!” tegas Syukri dalam komentarnya.

Ironisnya, praktik ini juga menyasar wisatawan mancanegara (wisman). Simon menceritakan keluhan rekannya asal Amerika Serikat yang tetap dimintai uang Rp100 ribu meski sudah membayar visa secara online.

BACA JUGA:  Tabrak Imbauan KPK? Pemko Batam Nekat Danai Proyek Rp10 Miliar di Dalam Markas Kodaeral IV

“Teman saya heran dengan Imigrasi di Batam Center. Dia yakin itu ilegal, tapi karena tidak mau terjadi masalah, dia terpaksa bayar,” kata Simon.

Langkah Tegas: Kakanim dan Petugas JS Dicopot

Gelombang keresahan netizen ini sejalan dengan tindakan tegas dari pusat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, memastikan Kakanim Batam Hajar Aswad telah ditarik ke pusat untuk diperiksa.