BatamWisataZona Headline

Foto Wajib “Welcome to Batam” Rusak? Ini Cerita di Baliknya!

535
×

Foto Wajib “Welcome to Batam” Rusak? Ini Cerita di Baliknya!

Share this article
Tiga orang wisatawan berswafoto dengan latar belakang landmark Welcome to Batam yang kini terkepung ruko. (Foto: Yogi, Tempo)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Setiap pengunjung yang tiba di Batam pasti mengenal landmark ikonik “Welcome to Batam” yang berdiri megah di atas Bukit Clara.

Tulisan besar bergaya Hollywood ini telah menjadi simbol kebanggaan sekaligus gerbang selamat datang bagi wisatawan yang memasuki kawasan ini.

Namun, siapa sangka di balik kemegahannya, kini pemandangan landmark ini justru terhalang oleh proyek pembangunan ruko yang menuai kontroversi.

BACA JUGA:  Korban Iming-Iming Tiket Pilkada, Ex-Bupati Natuna Rugi Rp3 M: Berkas Pelaku Akhirnya P-21!

Awal Mula Kemegahan

Didirikan pada awal 2000-an, “Welcome to Batam” awalnya dirancang untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Batam.

Dengan lokasi strategis di depan Alun-Alun Engku Putri, landmark ini kerap menjadi latar foto wisatawan dan warga lokal. Selain menegaskan identitas kota, tulisan besar tersebut juga menjadi simbol modernisasi Batam yang terus berkembang.

BACA JUGA:  Drainase Limau Manis Rampung, Pemkab Natuna Lanjutkan Penguatan Infrastruktur Dasar Anti-Banjir

Dulu, sebelum landmark ini dibangun, wisatawan yang datang ke Batam menjadikan Jembatan Barelang sebagai lokasi wajib untuk berfoto. Namun, sejak kehadiran tulisan besar “Welcome to Batam”, posisinya sebagai “ikon wajib” perlahan tergeser.

Banyak yang merasa belum sah berkunjung ke Batam jika tidak memiliki foto dengan latar landmark ini.

Dari Simbol Kebanggaan ke Pemandangan Kontroversial