Gudangberita.co.id, Lingga – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Dusun I Kudung, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga makin meluas. Hingga Minggu (6/9/2026), area terdampak melonjak drastis mencapai sekitar 32 hektare, membengkak dari kejadian awal pada 22 Agustus 2026 lalu yang berjarak 15 hektare.
Memasuki hari ketujuh pascakebakaran susulan, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Lingga, masyarakat, hingga karyawan PT CSA membentengi area kebun sagu warga agar tidak tergerus si jago merah.
Kapolres Lingga, AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, mengonfirmasi bahwa medan gambut dan rawa kering menjadi hambatan terbesar pasukan pemadam di lapangan. Api yang bersembunyi di bawah permukaan tanah terus memicu asap tebal dan bara susulan.
“Kondisi lahan gambut dan rawa kering memang menjadi tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di dalam tanah dan kembali menimbulkan asap. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terus berjibaku,” ujar Pahala.
Sebagai langkah cepat pada pemadaman Minggu sore, tim membagi personel menjadi tiga kelompok untuk mengepung titik api yang menyebar. Pasukan menyusuri jalan setapak sejauh 700 meter sembari memboyong mesin Robin dan selang pemadam.













