BatamWisataZona Headline

Foto Wajib “Welcome to Batam” Rusak? Ini Cerita di Baliknya!

524
×

Foto Wajib “Welcome to Batam” Rusak? Ini Cerita di Baliknya!

Share this article
Tiga orang wisatawan berswafoto dengan latar belakang landmark Welcome to Batam yang kini terkepung ruko. (Foto: Yogi, Tempo)
banner 468x60

Namun, suasana kini berubah. Pembangunan deretan ruko di kaki bukit, tepat di depan landmark tersebut, memunculkan banyak pertanyaan. Proyek ini tidak hanya mengubah lanskap estetika landmark, tetapi juga memicu diskusi panas di media sosial.

Pemandangan ikonik tulisan “Welcome to Batam”, terutama dari Alun-Alun Engku Putri, kini tertutup oleh deretan bangunan ruko, membuat wisatawan kehilangan momen sempurna untuk berfoto.

BACA JUGA:  Dievakuasi SAR: Penumpang KMP Sembilang Rute Batam-Tungkal Tak Sadarkan Diri di Perairan Karas, Namun tak Terselamatkan

Banyak warga Batam menyayangkan, bagaimana ikon kebanggaan mereka kini “terkepung” bangunan komersial.

“Kalau dulu, foto di depan tulisan Welcome to Batam itu wajib. Tapi sekarang, pemandangannya terganggu oleh ruko. Rasanya kurang berkesan,” kata seorang pengunjung. Bahkan, beberapa wisatawan mancanegara mengungkapkan kekecewaan serupa di media sosial.

Perspektif Warga dan Wisatawan

Menurut beberapa sumber, proyek tersebut dianggap melanggar etika tata ruang kota. “Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal identitas kota yang mulai kehilangan esensinya,” ujar seorang pemerhati arsitektur di Batam. Wisatawan pun merasa kehilangan pengalaman autentik yang biasanya mereka dapatkan.

BACA JUGA:  Krisis Air di Natuna: Debit Air Baku Merosot 60%, Embung Sebayar Jadi Harapan Terakhir?

Di sisi lain, para pengembang proyek mengklaim bahwa pembangunan ini akan mendukung perekonomian lokal dengan menyediakan ruang usaha baru.