BatamKomunitasLingkunganZona Headline

Hilangnya Benteng Terakhir Pesisir Batam: Seruan dari Tanjung Piayu di Hari Mangrove Sedunia

48
×

Hilangnya Benteng Terakhir Pesisir Batam: Seruan dari Tanjung Piayu di Hari Mangrove Sedunia

Share this article
NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Hilangnya benteng terakhir pesisir Batam”, di Tanjung Piayu, Batam, Jumat malam 25 Juli 2025.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Di tengah pesatnya pembangunan dan tekanan reklamasi, satu per satu benteng alami pesisir Batam mulai lenyap. Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, Jumat (25/7/2025), seruan penyelamatan hutan mangrove menggema dari kawasan Tanjung Piayu, Batam.

Diskusi publik bertajuk “Hilangnya Benteng Terakhir Pesisir Batam” yang diinisiasi Akar Bhumi Indonesia (ABI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam mengungkap fakta mencemaskan tentang nasib hutan mangrove yang terus tergerus.

Baca Juga:  Perhiasan Mencolok di Antrean Bantuan: Bisik-Bisik Warga Midai yang Bikin Bupati Menoleh

Diskusi ini menjadi tonggak penting karena pertama kalinya digelar langsung di kawasan Hutan Lindung Mangrove Piayu, salah satu gugusan terbesar yang masih tersisa di Batam.

“Hutan lindung mangrove Piayu adalah benteng terakhir pesisir Batam. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama,” tegas Sony Rianto, Ketua ABI.

Mangrove Terancam, Nelayan Terpinggirkan

Ketua HNSI Kepri, Distrawandi, secara tegas menyebut bahwa mangrove adalah roh kehidupan nelayan. Namun ia kecewa atas absennya perwakilan BP Batam dalam forum ini.

Baca Juga:  5 Fakta Penataan Pegawai Non-ASN di Natuna, Ratusan Kontrak Tak Diperpanjang

“Masyarakat disuruh tanam mangrove, tapi setelah tumbuh malah ditimbun lagi. Apakah BP Batam ini robot pembangunan yang diciptakan untuk menghilangkan pesisir?” kritiknya tajam.