Gudangberita.co.id, Lingga – Di balik gemerlap lampu dan riuhnya musik tempat hiburan malam yang menjadi saksi bisu perjuangannya mengadu nasib, Diana hanyalah seorang wanita yang merindukan kedamaian.
Seorang perantau yatim piatu yang datang ke Dabo Singkep dengan harapan sederhana: menyambung hidup dan menata masa depan. Namun, langkah kakinya untuk berbenah harus terhenti secara memilukan di sebuah liang dangkal di kawasan Setajam, Selasa (28/4/2026).
Penemuan jasad Diana tidak hanya menggegerkan warga Lingga karena cara penguburannya yang tidak manusiawi, hanya sedalam dua jengkal tanah, tetapi juga menyisakan luka lara yang mendalam bagi para sahabatnya.
Terutama bagi Fifi, rekan seperjuangan yang menyaksikan langsung bagaimana Diana perlahan mulai meninggalkan dunia malam dan memilih mengenakan hijab sebagai tanda keseriusannya untuk berubah.
Melalui unggahan di akun media sosialnya yang penuh isak tangis, Fifi mencurahkan segala kekacauan hatinya. Baginya, Diana bukan sekadar teman kerja, melainkan sosok kuat yang menyembunyikan segala beban hidupnya di balik tawa dan keceriaan.
“Aku yang tahu kisah jalan hidup kau, sejauh apa kau berubah, Diana. Aku tak tahu nak ungkapkan kekacauan hati aku. Aku bersaksi dia orang baik, selalu ceria menghibur, sampai tak kusangka beban yang kau pendam sendiri hanya kau yang tahu,” tulis Fifi dalam curhatan yang menyayat hati di Facebook.










