harris
KesehatanNusantaraZona Headline

Cerita Sedih, Bocah 13 Tahun Depresi Usai Ponsel Kesayangan Terpaksa Dijual Ibu yang Kesulitan Ekonomi

374
×

Cerita Sedih, Bocah 13 Tahun Depresi Usai Ponsel Kesayangan Terpaksa Dijual Ibu yang Kesulitan Ekonomi

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

Dia menambahkan bahwa ARP adalah anak yang baik dan cerdas jika dilihat dari kelas satu hingga kelas enam.

“Anaknya baik dan kecerdasannya juga bagus, tidak ada masalah dari mulai kelas satu sampai kelas enam. Jadi memang permasalahan bermula dari penjualan handphone oleh ibunya yang kami juga tidak bisa menyalahkan pada akhirnya,” ujar Ade.

BACA JUGA:  Danantara Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan PLN Batam

Ade menilai, ARP tak dapat mengungkapkan kesedihannya karena ia termasuk anak pendiam.

“Mungkin kesedihan anak ini tidak bisa keluar karena dia termasuk anak pendiam, jadi pulang ke rumah handphone sudah tidak ada karena dijual. Dimintain izin atau tidak, anak ke orangtua pasti tetap sayang tapi mungkin hatinya tidak nerima,” katanya.

BACA JUGA:  Gambut Singkep Barat Masih Membara, Bahaya Terselubung Ini Berada 500 Meter dari Rumah Warga

Ade pun menggali informasi terkait status ARP. Menurutnya, ARP memiliki kartu Indonesia pintar, Program Indonesia Pintar (PIP) diberikan, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dari swadaya juga ada pemberian bantuan.

“Artinya, sebetulnya penanganannya ini sudah aman, hanya karena ini harus terkait terapi maka bantuan tidak hanya perlu yang dadakan tapi juga perlu berkelanjutan, konsisten, kontinyu, berkesinambungan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Foto Eksekutor Berlaras Panjang di Barelang Beredar, Senjata LSM Lang Laut Disita Polisi?

Terapi berkelanjutan perlu diberikan karena Ade menilai ARP masih memiliki kemungkinan besar untuk kembali seperti sedia kala.