Ponsel tersebut biasanya digunakan oleh bocah di Cirebon untuk bermain game dan belajar, terutama saat masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi COVID-19.
Bikin Pendidikan Bocah Cirebon ARP Terhambat
Siti tak menyangka bahwa dijualnya ponsel ARP menimbulkan masalah besar. Kondisi ARP yang mulanya sering melamun kini menjadi kerap mengamuk.
Bocah yang baru menginjak kelas 6 SD itu bahkan sementara harus berhenti sekolah karena sempat mengamuk di kelas.
“Kelas enam baru dua bulan udah berhenti, sampai sekarang enggak berangkat lagi karena dia di sekolah pernah ngamuk, pernah gebrak meja jadi kan temen-temennya tuh takut,” katanya.
“Semenjak itu, saya putuskan udah jangan sekolah dulu, kalau kayak gini nanti teman-temannya takutnya pada ketakutan atau ada yang bully,” Siti menambahkan.
Kasus viral ini pun menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, telah menyambangi kediaman ARP. Ia melihat ARP menangis meraung-raung dan berusaha menenangkannya.
“Ananda ini menurut cerita dari Pak RT, Pak RW yang sudah kami dapat, anak ini mengumpulkan uang untuk mendapatkan handphone ini. Jadi beli handphone ini dari uang sendiri, menabung sendiri,” kata Ade.













