KesehatanNusantaraZona Headline

Cerita Sedih, Bocah 13 Tahun Depresi Usai Ponsel Kesayangan Terpaksa Dijual Ibu yang Kesulitan Ekonomi

352
×

Cerita Sedih, Bocah 13 Tahun Depresi Usai Ponsel Kesayangan Terpaksa Dijual Ibu yang Kesulitan Ekonomi

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

Ponsel tersebut biasanya digunakan oleh bocah di Cirebon untuk bermain game dan belajar, terutama saat masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi COVID-19.

Bikin Pendidikan Bocah Cirebon ARP Terhambat

Siti tak menyangka bahwa dijualnya ponsel ARP menimbulkan masalah besar. Kondisi ARP yang mulanya sering melamun kini menjadi kerap mengamuk.

Bocah yang baru menginjak kelas 6 SD itu bahkan sementara harus berhenti sekolah karena sempat mengamuk di kelas.

BACA JUGA:  Wacana Nama Baru Simpang di Batam: Antara Marwah Melayu dan Keluhan "Ribet" Netizen

“Kelas enam baru dua bulan udah berhenti, sampai sekarang enggak berangkat lagi karena dia di sekolah pernah ngamuk, pernah gebrak meja jadi kan temen-temennya tuh takut,” katanya.

“Semenjak itu, saya putuskan udah jangan sekolah dulu, kalau kayak gini nanti teman-temannya takutnya pada ketakutan atau ada yang bully,” Siti menambahkan.

Kasus viral ini pun menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

BACA JUGA:  Teror di Bukit Abun: Warga Dabo Singkep Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Pembakaran Rumah

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, telah menyambangi kediaman ARP. Ia melihat ARP menangis meraung-raung dan berusaha menenangkannya.

“Ananda ini menurut cerita dari Pak RT, Pak RW yang sudah kami dapat, anak ini mengumpulkan uang untuk mendapatkan handphone ini. Jadi beli handphone ini dari uang sendiri, menabung sendiri,” kata Ade.