Gudangberita.co.id, Batam – BP Batam tampaknya harus mengejar deadline pembangunan Proyek Strategis Nasional, Rempang Eco City. Hanya saja mereka masih dipusingkan warga yang enggan direlokasi.
Viral sebuah video Ditpam BP Batam adu mulut dengan warga saat masuk ke permukiman pesisir di Pulau Rempang. “Buat apa ibu ngerekam, saya tidak terima direkam,” ucap petugas Ditpam.
Ibu warga pulau Rempang ini menjawab karena adanya tekanan.”Kamu ngotot jadi saya rekam dan sebar,”ucap ini tersebut didalam halaman rumahnya, Sabtu 13/1/2024.
Sebelumnya warga sempat ‘memukul’ balik petugas Ditpam BP Batam dan PT MEG yang berada di jalanan pulau Rempang.
Dalam video tersebut puluhan warga menghadang dan mengusir para petugas BP Batam.
Beberapa hari lalu Kepala BP Batam Muhammad Rudi juga melakukan seremonial peletakan batu pertama untuk rumah contoh bagi warga yang terdampak relokasi.
Terkait hal ini, Kabiro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menjelaskan, awalnya dua warga Sembulang penjual kepiting itu, akan melewati titik pengamanan di Simpang Dapur 6, Sembulang untuk menuju ke Tanjung Banon.
Namun, karena pertimbangan untuk menjaga situasi yang kondusif, keduanya dilarang untuk melintas di sekitaran lokasi acara peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh.













