Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp2,58 Triliun (Menyumbang 62% dari total APBD).
Dana Transfer Pusat: Rp1,6 Triliun (Hanya 38%).
Angka ini membuktikan bahwa Batam tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kucuran dana pusat, sebuah pencapaian yang menjadi target utama bagi kota-kota lain di bawah naungan Apeksi.
Selain prestasi di sektor keuangan, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu terpilihnya Batam sebagai tuan rumah. Yusfa menekankan bahwa Batam memiliki keunggulan konektivitas yang sulit ditandingi daerah lain di Sumatera.
Aksesibilitas Tinggi: Dukungan konektivitas udara yang luas dan transportasi laut yang memadai.
Kapasitas Hotel: Tersedia lebih dari 14.000 kamar hotel, siap menampung ribuan delegasi dari berbagai daerah.
Forum ini nantinya tidak hanya sekadar pertemuan seremonial, melainkan diskusi teknis mengenai:
Optimalisasi sektor-sektor pendapatan baru.
Inovasi kebijakan fiskal daerah di era digital.
Strategi menggali potensi PAD tanpa membebani iklim investasi.
Dengan penunjukan ini, Batam siap menjadi pusat diskusi strategis sekaligus membuktikan diri sebagai kota yang mampu mengawinkan kemajuan pembangunan infrastruktur dengan kemandirian finansial daerah.













