Gudangberita.co.id, Batam – Infrastruktur jalan di Kota Batam yang kini semakin lebar dan mulus bak jalan bebas hambatan ternyata menyimpan sisi gelap yang mengerikan. Kemegahan aspal ini justru menjadi “pisau bermata dua”: di satu sisi memperlancar mobilitas, namun di sisi lain memicu lonjakan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
Fenomena memprihatinkan ini terungkap dalam audiensi antara Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan Satlantas Polresta Barelang, Jumat (10/4/2026). Data dari Jasa Raharja menunjukkan statistik yang “berdarah”: tercatat 66 kecelakaan terjadi hanya dalam 90 hari pertama tahun 2026, dengan total 13 nyawa melayang.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Afidhya A. Wibowo, mengakui bahwa desain tata ruang jalan di Batam saat ini memberikan ruang bagi pengendara untuk memacu kendaraan di luar batas kewajaran.
“Kondisi jalan di Batam yang lebar mendorong masyarakat untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Ini adalah tantangan besar bagi kami, apalagi dengan keterbatasan personel dan sarana prasarana pendukung di lapangan,” ungkap Afid.
Inilah letak “mata pisau” yang tajam: aspal yang mulus menciptakan eforia kecepatan bagi pengendara, namun tanpa didukung fasilitas keselamatan yang memadai, jalanan tersebut berubah menjadi arena jemputan maut.













