Gudangberita.co.id, Batam – Carut-marut pelayanan air bersih di Kota Batam yang dikelola oleh PT Air Batam Hilir (ABH) tampaknya sudah berada di titik nadir. Alih-alih menunjukkan progres positif, kualitas layanan justru dinilai kian suram dan menjadi rapor merah yang terus dikeluhkan masyarakat secara luas.
Gelombang kekecewaan publik ini bukan tanpa alasan. Mulai dari matinya aliran air secara berulang, kualitas air yang keruh, hingga penanganan teknis yang lambat, kini memicu desakan konkret agar pengelola air bersih di Batam tersebut segera diganti.
Kritik pedas salah satunya datang dari konten kreator lokal Batam, Junius Maitris. Melalui unggahan di media sosialnya, ia membongkar kebobrok teknis dan komunikasi publik PT ABH yang dianggap membodohi masyarakat.
Junius menyoroti kalimat template atau lip service yang kerap dirilis akun Instagram resmi @airbatamhilir saat terjadi gangguan. Kalimat seperti “kami terus mengupayakan agar perbaikan dapat diselesaikan” dinilai tidak mencerminkan kerja keras di lapangan.
“Nggak kelihatan upayanya, loh. Coba lebih keras lagi. Kalau memang ada upaya, tinggal cantumkan tanggal dan waktu kapan air kembali normal secara presisi,” cetusnya.
Ia juga menyentil keras dalih operasional PT ABH yang selalu berlindung di balik kalimat pamungkas: “sulitnya lokasi pengerjaan serta terdapat beberapa gangguan teknis.” Menurutnya, karena kejadian pipa bocor ini terus berulang di lokasi yang sama, alasan tersebut sudah tidak masuk akal bagi korporasi yang diisi oleh tenaga ahli.













