“Masa tidak belajar dari kesalahan? Kalau lokasi pengerjaannya begitu, harusnya tindakan mitigasinya begini, pencegahannya begini, teknisnya sudah siap. Bukan tiap kali kejadian, alasannya selalu sama (sulitnya lokasi). Tolonglah, orang-orang hebat berpendidikan tinggi yang menjabat di sana, berpikir. Alasan-alasan itu bentar lagi bisa jadi warisan budaya, tinggal daftar ke UNESCO,” sindir Junius tajam.
Ironisnya, penderitaan warga tidak berhenti saat air kembali mengalir. Setelah seharian penuh menahan diri akibat air mati, ketika keran mulai mengalir, air yang keluar justru berwarna keruh pekat. Kondisi ini membuat publik kehabisan kata-kata.
LIRA Batam Desak PT ABH Diganti
Sengkarut ini memantik reaksi keras dari lembaga swadaya masyarakat. Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring, secara tegas mendesak agar PT Air Batam Hilir segera diganti dari posisinya sebagai pengelola layanan air bersih di Batam.
Herry menilai PT ABH telah gagal total dalam memenuhi hak paling dasar warga Batam, yakni ketersediaan air bersih yang layak dan kontinu.
“Layanan air bersih mereka sangat jelek, tidak mampu memenuhi kebutuhan warga Batam. Kualitas airnya buruk, dan intensitas air mati sudah sangat sering terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegas Herry Sembiring kepada media, Senin (8/6/2026).













