Gudangberita.co.id, Batam – Rencana BP Batam menyulap Underpass Pelita menjadi lorong estetik dengan taman vertikal dan pencahayaan futuristik menuai sorotan. Di tengah klaim peningkatan kualitas infrastruktur, publik justru mempertanyakan urgensi dekorasi mewah tersebut sementara masalah klasik seperti drainase mampet dan genangan air masih membayangi.
Berdasarkan desain rencana yang dirilis, satu-satunya underpass di Batam ini akan dihiasi tanaman menjuntai, bunga warna-warni, serta panel cahaya (light box) berukuran raksasa. Namun, pemandangan kontras sering terlihat di lapangan; setiap kali hujan deras mengguyur, jalur bawah tanah sepanjang 90 meter ini kerap dihantui genangan yang membahayakan pengendara.
Estetika vs Substansi Keamanan
Pemasangan taman vertikal dan ornamen visual memang akan mempercantik wajah kota, namun tanpa perbaikan sistem drainase yang radikal, semua itu dikhawatirkan hanya menjadi “gincu” pembangunan. Tanaman hias yang mahal pun terancam mati atau kusam jika terendam genangan air atau terpapar polusi kendaraan tanpa perawatan ekstra.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam keterangan resminya (6/4/2026), menyatakan bahwa perbaikan drainase tetap menjadi prioritas. “Pembersihan saluran drainase dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah terjadinya genangan air yang dapat merusak badan jalan,” ujarnya.













