Meski demikian, publik tetap menaruh keraguan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pemeliharaan infrastruktur di Batam seringkali “hangat-hangat tahi ayam”, megah saat diresmikan, namun cepat kumuh karena abai dalam perawatan jangka panjang.
Uang Rakyat dan Skala Prioritas
Proyek yang dikerjakan selama dua bulan (April-Mei 2026) ini menggunakan anggaran kolaboratif antara BP Batam dan Pemko Batam. Penggunaan light box yang menampilkan visi pembangunan juga memicu pertanyaan apakah pengendara yang melintas membutuhkan informasi visual di jalur cepat, atau lebih membutuhkan kepastian bahwa jalan tersebut tidak banjir dan tidak gelap?
Kini, pengerjaan di lapangan sudah mulai berjalan. Penanaman tanaman hias dan pembersihan saluran sedang dilakukan secara paralel. Masyarakat kini menjadi hakim lapangan untuk melihat: apakah setelah Mei 2026 Underpass Pelita benar-benar bebas dari genangan, ataukah taman vertikal mewah itu hanya akan menjadi saksi bisu banjir yang tak kunjung teratasi?













