Gudangberita.co.id, Batam – Peta olahraga di Kota Batam mengalami pergeseran tren yang cukup mencolok dalam beberapa bulan terakhir. Setelah demam mini soccer dan pickleball, kini giliran Padel yang mulai ramai bermunculan di sudut-sudut kota.
Olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan squash ini tidak hanya menawarkan keringat, tetapi juga eksklusivitas dan interaksi sosial yang tinggi.
Padel adalah olahraga raket yang biasanya dimainkan secara ganda di lapangan tertutup berukuran sepertiga dari lapangan tenis biasa. Perbedaan paling mendasar terletak pada dinding kaca yang mengelilingi lapangan.
Pemain diperbolehkan memukul bola setelah memantul dari dinding kaca, mirip dengan logika permainan squash. Menggunakan raket tak berdawai (padel) yang solid dan berlubang, olahraga ini dianggap jauh lebih mudah dipelajari oleh pemula dibandingkan tenis lapangan konvensional.
Banyak yang bertanya, apakah padel termasuk olahraga “mahal”? Secara infrastruktur, iya. Biaya pembangunan satu lapangan padel dengan standar internasional jauh lebih tinggi dibanding lapangan futsal atau badminton.
Di Batam, harga sewa lapangan padel rata-rata berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000 per jam, tergantung waktu (weekdays/weekend). Namun, karena dimainkan berempat, biaya ini biasanya patungan (share cost), sehingga menjadi lebih terjangkau. Yang membuatnya terlihat mahal adalah atribut pendukungnya: raket padel berkualitas bisa mencapai jutaan rupiah, ditambah gaya berpakaian (outfit) para pemainnya yang cenderung modis.







