KarimunZona Headline

TNI AL Ringkus ABK dan 5 PMI Non-Prosedural di Jalur Tikus Coastal Area

5
×

TNI AL Ringkus ABK dan 5 PMI Non-Prosedural di Jalur Tikus Coastal Area

Share this article

Suasana sunyi di pesisir Coastal Area Karimun pada Jumat dini hari mendadak pecah saat tim gabungan TNI AL melakukan penyergapan kilat. Di balik tumpukan jaring sebuah speed boat yang mencoba melarikan diri, petugas menemukan hal yang tak terduga: lima orang yang nekat menembus jalur gelap dari Malaysia demi kembali ke tanah air. Bagaimana aksi kejar-kejaran ini berakhir dan siapa yang berhasil lolos dari kepungan petugas?

Tim Lanal Tanjung Balai Karimun saat memeriksa speed boat biru yang digunakan untuk menyelundupkan PMI non-prosedural di pesisir pantai Coastal Area.
Tim Lanal Tanjung Balai Karimun saat memeriksa speed boat biru yang digunakan untuk menyelundupkan PMI non-prosedural di pesisir pantai Coastal Area. (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Karimun – Ketangguhan pengawasan di wilayah perbatasan kembali membuahkan hasil. Tim gabungan TNI Angkatan Laut (Lanal TBK) bersama BAIS TNI berhasil meringkus seorang ABK dan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural yang mencoba masuk ke Indonesia melalui “jalur tikus” di kawasan Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Jumat (24/4/2026) dini hari.

BACA JUGA:  Rekonstruksi Pembobolan Toko Mas Safari: Tersangka Berbelit soal Lokasi Perhiasan Emas Curian Senilai Rp4 Miliar

Penangkapan dilakukan di depan Hotel 21, sebuah area publik yang dimanfaatkan para penyelundup untuk menurunkan penumpang secara ilegal pada pukul 03.15 WIB.

Operasi ini bermula dari kecurigaan tim Quick Response Lanal Tanjung Balai Karimun saat melakukan patroli rutin di sepanjang bibir pantai. Petugas mendeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar Jembatan Kuning Leho hingga Coastal Area.

BACA JUGA:  Peluk Terakhir di Coastal Area: Lili Pergi Selamanya, Tinggalkan Dua Buah Hati yang Masih Kecil

“Tim mencurigai satu unit mobil Avanza hitam yang parkir di pinggir jalan dengan tiga pemuda yang tampak memantau situasi laut dari trotoar,” tulis laporan resmi tim gabungan.

Puncak penyergapan terjadi ketika sebuah speed boat bermesin 40 PK merapat dan menurunkan seorang pria di pantai. Meski sempat terjadi upaya melarikan diri, petugas berhasil mengejar kapal tersebut dan menemukan lima orang (4 pria dan 1 wanita) yang mencoba bersembunyi di bawah jaring ikan untuk menghindari deteksi petugas.