Gudangberita.co.id, Gaza – Serangan darat tentara Israel (IDF) ke Jalur Gaza, sampai hari ini belum bisa dilakukan tentara zionis. Israel hanya berani melakukan serangan udara, membombardir pemukiman, masjid, gereja dan rumah sakit. Ketakutan Israel ternyata adalah terowongan bawah tanah milik Hamas.
Dikutip dari berbagai sumber, terowongan bawah tanah yang dibangun militan Hamas itu bukanlah terowongan biasa. Jaringan terowongan yang dibangun Hamas di bawah tanah Gaza, sangat rumit dan berbahaya. Ada yang menyebut kedalamannya sampai 70 meter, sehingga tidak bisa dihancurkan lewat rudal atau bom bunker.
Terowongan ini telah menjadi alat penting bagi Hamas dan kelompok militan lainnya untuk menyerang Israel serta menjalankan operasi mereka sejak tanggal 7 Oktober lalu.
Sebuah Labirin Terowongan yang Sulit Diatasi
Israel telah memberi julukan jaringan ini sebagai “Gaza Metro,” menggambarkan kompleksitas dan ukurannya yang luar biasa. Walau Jalur Gaza hanya memiliki panjang 41 km dan lebar 10 km, namun jaringan terowongan ini diperkirakan memiliki panjang mencapai 500 km.
Pembangunan terowongan di Gaza dimulai sebelum Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari wilayah itu pada tahun 2005. Namun, ketika Hamas menguasai wilayah tersebut dua tahun kemudian, pembangunan terowongan intensif dimulai. Ini mengakibatkan Israel dan Mesir membatasi pergerakan barang dan orang yang masuk dan keluar dari Gaza atas pertimbangan keamanan.













