IDF telah menuduh Hamas mengalihkan dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur dalam perang sebelumnya untuk membiayai pembangunan terowongan ini.
Tidak mustahil bahwa terowongan lintas batas ini digunakan oleh militan Hamas dalam serangan terbaru di Israel, yang menewaskan sedikitnya 1.300 orang dan menyandera lebih dari 150 lainnya.
Jika terowongan tersebut terkonfirmasi sebagai jalur serangan, ini akan menunjukkan keberhasilan Hamas dalam mengelak dari sensor pendeteksi terowongan Israel yang baru-baru ini dipasang pada akhir tahun 2021.
Para ahli memperingatkan bahwa menghancurkan seluruh jaringan terowongan Hamas di Gaza akan menjadi tugas yang sulit, berisiko tinggi, dan memakan waktu. Hal ini juga dapat menyebabkan banyak korban jiwa di antara pasukan Israel, warga sipil Palestina, dan para sandera.
Jaringan terowongan ini juga membuat pertempuran di wilayah perkotaan semakin rumit dan memungkinkan ancaman serius bagi pasukan Israel. Kehadiran jebakan di sepanjang terowongan semakin menambah risiko bagi pasukan Israel yang mencoba membersihkan terowongan.
Menghadapi Ancaman Terowongan Gaza
Israel harus mengandalkan teknologi, intelijen, dan operasi militer yang cermat untuk memastikan keberhasilan upaya mereka dalam menangani jaringan terowungan Hamas yang rumit dan berbahaya ini.













