Gudangberita.co.id – Eskalasi perang antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat-Israel resmi memicu penutupan Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Merespons kondisi darurat global ini, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Kepresidenan untuk membahas langkah antisipasi dampak krisis energi di tanah air.
Penutupan selat yang mengalirkan 20 persen pasokan minyak dunia tersebut telah memicu lonjakan harga minyak global. Pemerintah Indonesia kini dalam posisi siaga tinggi mengingat ketergantungan impor minyak nasional masih mencapai 1 juta barel per hari.
Usai bertemu Presiden, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan kepastian terkait ketahanan energi dalam negeri. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena stok Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini masih dalam kategori terkendali.
“Ketahanan stok BBM kita masih cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari ke depan,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2026).
Meskipun stok fisik dinyatakan aman, pemerintah tetap mewaspadai fluktuasi harga minyak mentah dunia. Saat ini, minyak jenis Brent berada di level US $78,91 per barel, namun para analis memprediksi harga bisa meroket ke kisaran US$100 per barel jika konflik di Timur Tengah terus memanas.













