
Fungsi dan Sejarah Terowongan
Pada puncaknya, hampir 2.500 terowongan yang berada di bawah perbatasan Mesir digunakan untuk menyelundupkan barang komersial, bahan bakar, dan senjata oleh Hamas serta kelompok militan lainnya.
Peran penyelundupan ini berkurang setelah tahun 2010 ketika Israel memutuskan untuk mengizinkan impor barang yang lebih banyak melalui perlintasannya. Mesir kemudian berusaha menghentikan penyelundupan dengan cara menghancurkan atau membanjiri terowongan.
Hamas dan kelompok lainnya juga mulai menggunakan terowongan ini untuk menyerang pasukan Israel. Salah satu insiden terkenal terjadi pada tahun 2006 ketika Hamas menggunakan terowongan yang berada di bawah perbatasan Israel untuk membunuh dua tentara Israel dan menangkap tentara ketiga, Gilad Shalit, yang mereka sandera selama lima tahun.
Pada tahun 2013, Israel menemukan terowongan sepanjang 1,6 km yang dilapisi dengan beton dan atap yang mengarah dari Jalur Gaza ke perbatasan Israel.
Tahun berikutnya, mereka menyebut perlunya mengatasi ancaman serangan dari “terowongan teror” di bawah perbatasan untuk serangan besar-besaran baik udara maupun darat di Gaza.

Tantangan dan Ancaman Terowongan Gaza
Menurut para ahli, terowongan ini digunakan untuk menyerang wilayah Israel dan memiliki struktur yang relatif sederhana, tanpa banyak fortifikasi. Terowongan di dalam Gaza jauh lebih kompleks dan memiliki fasilitas yang memungkinkan keberadaan yang lebih lama dan berkelanjutan.













