Gudangberita.co.id – Pemerintah Indonesia memberikan sinyal kuat untuk membuka keran impor minyak mentah dari Rusia. Langkah ini menyusul rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow hari ini, Sabtu (11/4/2026), guna menemui Presiden Vladimir Putin dalam misi penguatan ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Rusia tetap menjadi opsi strategis bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik, mendampingi pasokan dari Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS).
Menariknya, Bahlil menepis keraguan terkait sentimen geopolitik dengan merujuk pada sikap negara-negara Barat.
“Ya kenapa tidak? Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok,” ujar Bahlil singkat saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.
Kepastian pembahasan pasokan minyak ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurutnya, pertemuan Prabowo dan Putin tidak akan lepas dari pembahasan dinamika energi global yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi Indonesia.
“Salah satu yang akan dibicarakan juga itu (pasokan minyak), karena ini merupakan sesuatu yang sifatnya sangat strategis ya bagi bangsa Indonesia,” ungkap Sugiono di JCC Senayan.












