Gudangberita.co.id, Batam – Insiden penipuan yang dialami seorang driver ojek online Maxim di Batam menjadi perhatian publik dan memicu respons dari pihak manajemen Maxim Indonesia.
Menyusul kejadian tersebut, Maxim mengimbau seluruh mitra pengemudi untuk tidak menerima orderan di luar aplikasi (offline order) demi menjaga keselamatan dan keamanan selama bekerja.
Kejadian ini menimpa Parlindungan, salah satu mitra pengemudi Maxim, yang mengalami penipuan setelah menerima permintaan perjalanan secara langsung dari penumpang tanpa melalui aplikasi. Pelaku yang bernama Sabar Siregar awalnya memesan perjalanan ke Masjid Sultan, Batu Aji, kemudian meminta korban salat bersama dan memberikan uang infak.
Selanjutnya, pelaku kembali meminta diantar ke Masjid Raya Batam Center, dan di tengah jalan, berpura-pura ingin membeli makanan menggunakan motor korban. Setelah motor diberikan, pelaku melarikan diri.
“Saya pikir dia benar mau beli makanan. Tapi dia tidak kembali lagi. Saya langsung sadar saya kena tipu,” ujar Parlindungan.
Beruntung, dalam waktu singkat, tim gabungan dari Polresta Barelang berhasil menangkap pelaku dan mengamankan kendaraan korban.
Menanggapi kasus ini, Public Relations Specialist Maxim Indonesia, Yuan Ifdal Khoir, menegaskan bahwa order yang dilakukan di luar aplikasi tidak termasuk dalam tanggung jawab perusahaan.













