“Kami mengonfirmasi bahwa orderan pada kasus tersebut merupakan orderan yang dilakukan di luar aplikasi, sehingga tidak memiliki hubungan apapun dengan brand Maxim,” jelas Yuan dalam keterangan tertulis kepada Gudangberita.co.id, Senin (7/4/2025).
Maxim menegaskan bahwa seluruh transaksi dan perjalanan sebaiknya dilakukan melalui aplikasi resmi Maxim, karena hanya dengan cara tersebut perusahaan dapat memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap mitra maupun pengguna.
“Kami tidak membenarkan pemesanan di luar aplikasi. Maxim tidak bertanggung jawab dan tidak dapat memberikan jaminan keselamatan kepada pengguna maupun mitra pengemudi yang tidak menggunakan aplikasi secara resmi,” tambahnya.
Maxim juga mengungkapkan komitmennya untuk membantu pihak kepolisian dalam proses penyelidikan, termasuk penyediaan data dan informasi yang relevan.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan, Maxim telah menyediakan fitur keselamatan seperti:
- SIP Calls untuk komunikasi internal tanpa berbagi nomor pribadi,
- Fitur pelacakan dan tautan perjalanan yang bisa dibagikan ke keluarga atau teman,
- Layanan komunikasi langsung dengan perusahaan melalui sistem internal aplikasi,
- Dan santunan kecelakaan dari Yayasan Pengemudi Selamat Sejahtera Indonesia (YPSS).
Melalui kasus ini, Maxim kembali mengingatkan seluruh pengguna dan mitra untuk selalu menggunakan aplikasi resmi dalam setiap pemesanan. Orderan di luar aplikasi tidak hanya berisiko tinggi, tetapi juga tidak mendapatkan perlindungan hukum maupun fitur keselamatan dari perusahaan.













