Gudangberita.co.id, Batam – Unggahan konten mengenai strategi Maxim Indonesia dalam menyejahterakan mitra pengemudi melalui Bonus Hari Raya (BHR) dan paket sembako gratis menuai reaksi keras dari para driver di Kota Batam.
Kolom komentar akun Facebook resmi Gudangberita.co.id mendadak ramai oleh curhatan bernada miring dari para mitra pengemudi yang merasa pembagian bonus tersebut tidak merata.
Meskipun dalam rilis resminya Maxim mengklaim telah menyalurkan BHR kepada lebih dari 50.000 mitra di 100 kota, fakta di lapangan menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam, terutama dari para driver senior atau “akun lama”.
Jeritan ‘Akun Perintis’ yang Merasa Terabaikan
Sejumlah pengemudi yang mengaku telah bergabung sejak awal Maxim beroperasi di Batam menyuarakan kekecewaan mereka. Akun bernama Ra*** Panjaitan, misalnya, mengungkapkan kekesalannya karena sebagai driver sejak 2018, ia justru tidak mendapatkan BHR.
“Siapa bilang sejahtera? Banyak driver-nya nggak dapat BHR. Saya akun lama dari 2018 sampai sekarang, sepersen pun nggak dapat. Jangan akun baru cepat keluar BHR-nya, padahal akun lama yang pertama merintis,” tulisnya di kolom komentar.
Senada dengan itu, akun Arifin juga menyoroti nasib para pejuang awal aplikasi kuning ini. “Banyak yang nggak dapat BHR kok. Akun perintis nggak pada dapat, heran liatnya,” cetusnya. Beberapa pengemudi bahkan menduga sistem pembagian BHR dilakukan secara acak atau hanya menyasar komunitas tertentu saja.













