BatamSingapuraZona Headline

Steril Jalur Perdagangan atau Strategi Dominasi? Alasan Police Coast Guard (PCG) Singapura Beraksi

1263
×

Steril Jalur Perdagangan atau Strategi Dominasi? Alasan Police Coast Guard (PCG) Singapura Beraksi

Share this article
Singapore Police Coast Guard (SPCG). Foto: (ilustrasi/Singapore Police Force)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Insiden pengusiran kasar yang dilakukan oleh Police Coast Guard (PCG) Singapura terhadap nelayan Indonesia di perairan sekitar Pulau Nipah telah memicu perdebatan panas.

Dalam kejadian yang terjadi pada Selasa (24/12/2024), seorang nelayan bahkan terjatuh ke laut akibat gelombang besar yang sengaja diciptakan oleh manuver kapal patroli Singapura.

BACA JUGA:  Bolak-Balik Ambles, BP Batam Akhirnya Ganti Aspal Underpass Pelita Pakai Beton Rigid

Kronologi Insiden

Berdasarkan keterangan Jemisan, Ketua Nelayan Pulau Terong, para nelayan tengah memancing di koordinat N 01,11,880 E, 103,37,500, yang diklaim sebagai perairan Indonesia. Namun, kapal patroli Police Coast Guard (SPCG) Singapura mengusir mereka dengan cara yang dinilai membahayakan.

“Mereka menciptakan gelombang besar hingga salah satu nelayan kami, Mahade, terlempar ke laut. Beruntung, ia berhasil diselamatkan,” ujar Jemisan.

BACA JUGA:  Resmi Naik Hari Ini! Cek Rincian Harga Terbaru Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Bagaimana Nasib Pertalite?

Nelayan setempat merasa intimidasi ini berlebihan, apalagi mereka yakin berada di wilayah yang diperbolehkan untuk mencari nafkah. Namun, Police Marine Singapura berdalih tindakan tersebut untuk menjaga keamanan jalur perdagangan internasional.

Dinamika di Perbatasan Laut

Seorang sumber yang memahami situasi perbatasan mengungkapkan, wilayah tersebut berada di persimpangan antara perairan Indonesia, Singapura, dan jalur internasional.