Yusril aktif membuat konten media sosial yang kerap menyoroti ketidakadilan, dugaan korupsi, dan kebijakan yang dinilainya merugikan masyarakat.
Kritikannya tidak jarang membuatnya menjadi sasaran kebencian. Meski demikian, Yusril tetap konsisten menyuarakan apa yang ia yakini benar. Sebelumnya, ia pernah memiliki akun TikTok dengan lebih dari 500 ribu pengikut sebelum akhirnya diblokir karena dilaporkan oleh pihak tertentu.
Kini, ia kembali membangun audiens dengan akun barunya yang telah memiliki puluhan ribu pengikut.
Dari Guru hingga Pebisnis Gigih
Yusril memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan manajemen, dengan gelar S1 Ekonomi Akuntansi dan S2 Manajemen.
Ia pernah menjadi dosen di berbagai institusi di Medan, Jakarta, dan Batam. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah di sejumlah SMEA dan aktif di organisasi kemahasiswaan HMI saat muda.
Di dunia bisnis, Yusril menunjukkan ketangguhan yang sama. Sejak merantau ke Batam pada 1997, ia mencoba berbagai usaha, mulai dari grosir pisang hingga membuka kedai kopi bernama “Kadai Kopi Datuak” di kawasan Grand BSI, Batam.
Uang koin yang ia bawa ke BI untuk ditukar adalah hasil tabungan dari transaksi sehari-hari di kedainya yang diberikan kepada anaknya untuk ditabung.












