Gudangberita.co.id, Batam – Pernahkah Anda merasa uang Rp 20.000 kini semakin sulit untuk mendapatkan seporsi nasi lauk yang lengkap? Anda tidak sendirian. Fenomena “nasi lauk mahal” ini ternyata tercermin dalam data ekonomi terbaru Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok penyediaan makanan dan minuman di Kepri mengalami kenaikan harga sebesar 0,87% (mtm) pada Februari 2026. Direktur Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P, mengungkapkan bahwa kenaikan harga nasi dengan lauk pauknya menjadi salah satu penyumbang utama inflasi bulan ini.
Kenaikan harga di warung makan atau restoran bukan tanpa sebab. BI Kepri mencatat ada “efek domino” dari harga bahan baku:
Beras & Cabai Merah: Harga dua komoditas utama ini merangkak naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Harga Emas Dunia: Secara mengejutkan, emas juga ikut memicu inflasi sebesar 2,10% (mtm) pada kelompok perawatan pribadi. Ketidakpastian global membuat harga emas melonjak, yang secara tidak langsung memengaruhi psikologi pasar dan biaya jasa lainnya.
Faktor Musiman: Persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) selalu diikuti dengan lonjakan permintaan yang menekan harga di tingkat pedagang.












