Data Bank Indonesia (BI) mencatat, Singapura adalah pemberi utang terbesar untuk Indonesia, dengan total pinjaman mencapai US$ 55,84 miliar atau setara Rp 848,76 triliun.
Beberapa pihak menilai sikap Singapura menunjukkan ketidakadilan. “Ini seperti melecehkan. Padahal, Indonesia memiliki hubungan ekonomi erat dengan Singapura, termasuk menjadi mitra dagang utama,” ujar seorang warganet.
Diplomasi yang Diuji
Pemerintah Indonesia perlu didesak segera mengambil langkah diplomasi tegas untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Indonesia perlu meninjau ulang posisi strategisnya dalam hubungan bilateral, termasuk menyoroti ketergantungan pada utang luar negeri.
Dengan utang besar, beberapa kalangan khawatir bahwa posisi tawar Indonesia dalam sengketa wilayah seperti ini menjadi lemah.
Tentunya kita harus menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mitra ekonomi, tapi juga negara yang patut dihormati dalam hal kedaulatan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait insiden ini. Namun, tekanan publik semakin besar, terutama dari kalangan nelayan dan aktivis nasionalis, untuk membawa kasus ini ke tingkat internasional.













