Anambas

Petaka Makan Siang di Anambas: Ratusan Pelajar Keracunan, Lansia Ikut Jadi Korban

175
×

Petaka Makan Siang di Anambas: Ratusan Pelajar Keracunan, Lansia Ikut Jadi Korban

Share this article
Keracunan-sakit-perut
Keracunan. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Anambas – Apa yang seharusnya menjadi asupan nutrisi bagi anak-anak di Kabupaten Kepulauan Anambas justru berubah menjadi petaka massal.

Sebanyak 153 warga dilaporkan mengalami keracunan serius usai menyantap paket dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/4/2026). Ironisnya, dampak racun ini tidak hanya melumpuhkan ratusan pelajar, tetapi juga menyeret kaum lansia ke ruang perawatan darurat.

BACA JUGA:  Investigasi Penyebab Keracunan MBG, Dinkes Anambas Pastikan Tidak Ada Korban Nyawa hingga Saat Ini

Insiden bermula pada Rabu siang di wilayah Kecamatan Siantan Tengah. Tak lama setelah jam makan sekolah usai, gelombang pasien mulai membanjiri fasilitas kesehatan dengan gejala serupa: mual, muntah hebat, dan pusing yang melilit.

Meskipun sasaran utama program MBG adalah pelajar TK, SD, hingga SMP, dampak keracunan ini meluas ke anggota keluarga di rumah. Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa terdapat korban dewasa dan lansia yang harus dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA:  Kisah Pilu dari RSUD Palmatak: Saat Pelajar Anambas Berbagi Infus Akibat Keracunan MBG

“Tidak hanya pelajar, ada orang dewasa juga yang jadi korban. Hal ini terjadi karena mereka ikut mengonsumsi makanan bergizi gratis milik cucunya yang dibawa pulang ke rumah,” jelas Feri.

Kondisi ini menambah daftar panjang korban yang harus ditangani secara medis. Tercatat 112 orang memadati RSUD Palmatak, sementara 41 korban lainnya dirawat intensif di Puskesmas Siantan Tengah.