Skala kejadian yang masif membuat RSUD Palmatak mencapai titik jenuh. Karena keterbatasan ranjang pasien, para pelajar terpaksa berbagi satu tempat tidur untuk dua orang.
Suasana dramatis terlihat saat mobil-mobil patroli polisi dikerahkan sebagai ambulans darurat, bolak-balik menjemput warga dari Desa Air Asuk dan Desa Air Sena yang kondisinya kian melemah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, turun langsung memantau proses penanganan di bangsal rumah sakit. Ia terlihat memberikan penguatan kepada para orang tua dan lansia yang tengah terbaring dengan selang infus terpasang di tangan.
Hingga Rabu malam, tim medis terus bekerja ekstra keras. Beruntung, otoritas kesehatan memastikan tidak ada korban fatal dalam peristiwa ini. Sebanyak 30 pasien yang kondisinya stabil telah diperbolehkan pulang, namun sisanya masih dalam pengawasan ketat.
Pemerintah Kabupaten Anambas kini tengah melakukan investigasi mendalam terhadap penyedia makanan program MBG tersebut.
Sampel makanan dari SMPN Air Nangak dan sekolah-sekolah di Siantan Tengah telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan jenis kontaminan yang mengubah menu bergizi tersebut menjadi ancaman nyawa bagi warga lintas generasi.












