NatunaZona Headline

Niat Cegah Stunting Malah Diare? Fakta Medis di Balik Pentol Berlendir MBG Natuna yang Viral

0
×

Niat Cegah Stunting Malah Diare? Fakta Medis di Balik Pentol Berlendir MBG Natuna yang Viral

Share this article
Warga di Ranai, Natuna mengeluhkan menu MBG untuk balita berupa pentol yang berlendir dan bau. (Foto: dok. warga)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Jagat media sosial di Natuna baru-baru ini digemparkan oleh keluhan warga terkait temuan bakso pentol yang diduga berlendir dan basi dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski terlihat sepele bagi sebagian orang, secara medis, mengonsumsi protein hewani yang sudah berubah tekstur menjadi berlendir adalah ancaman serius, terutama bagi balita yang sistem imunnya belum sekuat orang dewasa.

BACA JUGA:  Petaka Makan Siang di Anambas: Ratusan Pelajar Keracunan, Lansia Ikut Jadi Korban

Kondisi makanan yang berlendir bukan sekadar masalah estetika atau rasa, melainkan indikator utama bahwa makanan tersebut telah menjadi sarang koloni bakteri patogen yang berbahaya.

Lendir pada makanan berbahan dasar daging, seperti pentol, merupakan hasil ekskresi dari bakteri yang berkembang biak dengan cepat. Bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Staphylococcus aureus adalah “tersangka” utama yang sering ditemukan pada kasus makanan protein yang rusak.

BACA JUGA:  Teror di Bukit Abun: Warga Dabo Singkep Tangkap Terduga Pelaku Percobaan Pembakaran Rumah

Pakar kesehatan mengatakan jika makanan yang sudah berlendir menandakan proses pembusukan tingkat lanjut. Bakteri di dalamnya memproduksi toksin (racun) yang tidak hilang meskipun makanan tersebut dipanaskan kembali.

Mengaitkan dengan kekhawatiran emak-emak di Pering, Natuna, dampak kesehatan bagi balita yang mengonsumsi makanan basi jauh lebih agresif dibandingkan orang dewasa. Berikut adalah risiko medis yang mengintai: