Gudangberita.co.id, Natuna – Jagat media sosial di Natuna baru-baru ini digemparkan oleh keluhan warga terkait temuan bakso pentol yang diduga berlendir dan basi dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski terlihat sepele bagi sebagian orang, secara medis, mengonsumsi protein hewani yang sudah berubah tekstur menjadi berlendir adalah ancaman serius, terutama bagi balita yang sistem imunnya belum sekuat orang dewasa.
Kondisi makanan yang berlendir bukan sekadar masalah estetika atau rasa, melainkan indikator utama bahwa makanan tersebut telah menjadi sarang koloni bakteri patogen yang berbahaya.
Lendir pada makanan berbahan dasar daging, seperti pentol, merupakan hasil ekskresi dari bakteri yang berkembang biak dengan cepat. Bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Staphylococcus aureus adalah “tersangka” utama yang sering ditemukan pada kasus makanan protein yang rusak.
Pakar kesehatan mengatakan jika makanan yang sudah berlendir menandakan proses pembusukan tingkat lanjut. Bakteri di dalamnya memproduksi toksin (racun) yang tidak hilang meskipun makanan tersebut dipanaskan kembali.
Mengaitkan dengan kekhawatiran emak-emak di Pering, Natuna, dampak kesehatan bagi balita yang mengonsumsi makanan basi jauh lebih agresif dibandingkan orang dewasa. Berikut adalah risiko medis yang mengintai:













