NasionalZona Headline

Penetapan Idul Fitri, Kemenag dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda

214
×

Penetapan Idul Fitri, Kemenag dan Muhammadiyah Berpotensi Berbeda

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

Batam – Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1444 H akan digelar Kemenag pada Kamis 20 April 2023 mendatang. Sidang isbat menurut rencana akan dilgelar di di Auditorium H.M. Rasjidi Kantor Kemenag RI di Jakarta.

Hal ini diutarakan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta. “Sidang isbat akan diselenggarakan 20 April,” ujarnya, Kamis (13/4/2023).

Baca Juga:  Natuna Buka Lagi Pinjaman UMKM Tanpa Bunga, Kuota Masih Terbuka di Kedai BRK Syariah

Kemenag akan mengundang sejumlah pihak, antara lain Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), perwakilan ormas-ormas Islam, hingga perwakilan duta besar negara sahabat.

Baca juga: Menguak Misteri Makam Kuno di Pulau Subi Natuna

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 21 April 2023 yang didasarkan pada kriteria wujudul hilal.

Baca Juga:  Rumput Laut Natuna Dilirik Dunia, Apa Strategi Ekspor Bupati Cen?

Menurut Zainut, penetapan Idul Fitri berpotensi berbeda dengan keputusan Muhammadiyah. Dalam perhitungan astronomi, posisi hilal masih di bawah ufuk sehingga berpotensi terjadi perbedaan Idul Fitri.

Kendati demikian, ia meminta apabila terjadi perbedaan Idul Fitri tidak menjadikan sebagai faktor pemecah belah persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa.

“Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, persaudaraan, hormati, dan saling memuliakan,” kata dia.