harris
BatamKarimunZona Headline

Cerita Nenek Penyadap Karet Asal Karimun, Ikhtiar Tak Terbendung ke Tanah Suci

111
×

Cerita Nenek Penyadap Karet Asal Karimun, Ikhtiar Tak Terbendung ke Tanah Suci

Share this article
Tukiratin (kiri) penyadap karet yang jadi jemaah haji tertua asal Batam Foto: Dok. Kemenag
banner 468x60

Batam – Perasaan bahagia tentu tak dapat dibendung perempuan bernama lengkap Tukiratin Rais Kasan Salim. Namanya tercatat sebagai salah satu jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Melansir laman Kementerian Agama, Rabu (24/5/2023) Tukiratin yang tahun ini genap berusia 87 tahun merupakan jemaah tertua kloter 1 Embarkasi Batam. Ia berasal dari Kabupaten Karimun.

BACA JUGA:  Cegah Kecanduan Gadget: HARRIS Hotel Batam Center Gelar Lomba Mewarnai Anak, Cek Cara Daftarnya

Tak ada yang bisa menghalangi apapun ketika Allah SWT sudah memanggil hambanya untuk beribadah haji. Termasuk bagi perempuan yang bekerja sebagai penyadap karet seperti Tukiratin.

Sebelum diberangkatkan ke Madinah, Tukiratin menyampaikan bahwa bisa beribadah haji memang menjadi cita-citanya. Tahun ini, Allah SWT mengundangnya setelah deretan ikhtiar yang dilakukan Tukiratin.

“Alhamdulillah sehat, biasanya cuma tensi aja, ga ada sakit apa-apa,” kata Tukiratin.

BACA JUGA:  PLN Batam Berhasil Pulihkan Pasokan Listrik di Kota Batam, Pastikan Hak Kompensasi Pelanggan Terpenuhi

Bekerja sebagai Penyadap Karet

Untuk membayar ongkos haji, Tukiratin mengumpulkan pundi-pundi dari hasil bekerja sebagai penyadap karet. Bertahun-tahun ia menyisihkan uang hingga akhirnya biaya haji bisa dipenuhi. Semua usaha dilakukan demi menjadi tamu Allah.

Setelah dirasa tabungannya cukup, Tukiratin mendaftar haji pada tahun 2017. “Daftar haji tahun 2017, dulunya saya kerja nyadap karet,” tutur Tukiratin yang telah merantau ke Kepulauan Riau pada tahun 1963.

BACA JUGA:  Catat Waktunya! Ini Daftar Wilayah Batam yang Terdampak Gangguan Air 27 Agustus 2026