Gudangberita.co.id, Batam – Sejarah panjang Pasar Induk Jodoh yang penuh “luka” kembali memasuki babak baru. Setelah 22 tahun sejak pertama kali dibangun (2004) dan lima tahun pasca-pembongkaran total (2021), Pemerintah Kota (Pemko) Batam kini menggandeng sektor swasta untuk menyembuhkan aset daerah yang selama ini menjadi beban estetika dan ekonomi kota.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan PT Usaha Jaya Karya Makmur (PT UJKM), Selasa (17/3/2026). Langkah ini digadang-gadang sebagai solusi permanen untuk menghidupkan kembali pasar yang sudah rata dengan tanah tersebut.
Dalam keterangannya, Amsakar menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi jangka panjang untuk menata sistem distribusi logistik Batam.
“Fokus utama kami adalah bagaimana aset daerah ini benar-benar produktif. Pasar Induk Jodoh diarahkan untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan, memberi ruang bagi UMKM agar naik kelas,” ujar Amsakar di Kantor Wali Kota Batam.
Melalui skema KSP, Pemko Batam diproyeksikan bakal menerima kontribusi tetap dan pembagian keuntungan tanpa harus membebani APBD secara penuh untuk operasionalnya. Namun, di balik meja penandatanganan yang rapi, realita di lapangan masih menyisakan tumpukan kayu dan beton tua yang “menghantui” kawasan Jodoh sejak 2021.







