Gudangberita.co.id, Batam – Pengungkapan kasus penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke Vietnam oleh Bareskrim Polri membocorkan pola kerja kontras yang digunakan para pelaku. Berbekal satu unit mobil Daihatsu Gran Max untuk mengelabuhi petugas di jalanan, jaringan ini dikendalikan menggunakan deretan ponsel mewah dengan sistem komunikasi rantai terputus.
Modus operandi tersebut dibeberkan dalam konferensi pers di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Ditjen PSDKP Dr. Sahono Budianto, serta jajaran PSDKP dan Badan Karantina Kepri.
Dalam penindakan pada Senin (19/10/2026), petugas mencegat mobil Gran Max hitam bernomor polisi B 1617 SIF yang membawa 13 kotak styrofoam berisi 73.477 ekor BBL dari Pangandaran, Jawa Barat. Dua tersangka berinisial RVJ dan FAS diringkus di lokasi beserta barang bukti empat unit smartphone canggih, mulai dari Vivo 2007, Redmi 13, hingga iPhone 13 dan iPhone 14.
“Sistem jaringan ini menggunakan komunikasi rantai terputus agar antar-pelaku tidak saling mengenal. Dari Pangandaran, BBL diangkut jalur darat ke Sumatera dan Jambi, lalu diselundupkan menyeberang ke Malaysia, Singapura, Kamboja, hingga tujuan akhir Vietnam. Ini merupakan operasi pengiriman yang ke-10 kalinya,” jelas Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni.














