harris
BatamHukum

Misteri Bangkai Kera dan Titik Leleh Trafo di Balik Blackout Listrik Batam Bernilai Rp57 M

14
×

Misteri Bangkai Kera dan Titik Leleh Trafo di Balik Blackout Listrik Batam Bernilai Rp57 M

Share this article
Kera dekat Trafo 1. Posisi kera berada di bawah Trafo 1 Gardu Induk Sei Harapan dengan kondisi mati kesetrum. Tubuh kera diduga sebagai konduktor arus singkat antara tegangan 150 Kv dan 20 Kv.
Kera dekat Trafo 1. Posisi kera berada di bawah Trafo 1 Gardu Induk Sei Harapan dengan kondisi mati kesetrum. Tubuh kera diduga sebagai konduktor arus singkat antara tegangan 150 Kv dan 20 Kv.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Penyelidikan kasus mati listrik total (blackout) yang melumpuhkan wilayah Batam dan Bintan menyibak sejumlah fakta mengejutkan di lapangan. Di balik estimasi kerugian dan nilai kompensasi pelanggan yang menembus angka fantastis Rp57.315.057.160, tim penyidik Bareskrim Polri dan Puslabfor menemukan kejanggalan berupa titik leleh trafo hingga bangkai seekor kera yang hangus di lokasi kejadian.

BACA JUGA:  Menteri ESDM Turun Tangan, Insiden Pemadaman Massal Batam Mulai Diusut

Fakta ilmiah (scientific crime investigation) tersebut diungkapkan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (20/10/2026). Hadir langsung Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni, serta Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo.

Peristiwa ini bermula dari suara dentuman keras di Gardu Induk Sei Harapan, Sekupang, pada Senin (12/10/2026) pukul 06.28 WIB. Hanya dalam tempo delapan menit, gangguan hubungan singkat di Transformator 1 berlanjut pada padamnya pasokan listrik secara masif di seluruh Batam dan Bintan pukul 06.36 WIB.

BACA JUGA:  Gubernur Tak Diundang Jadi Bahasan Panas Forum Pemred PWI Kepri
Pipa Buchholz yang diduga tempat kera tersambar busur api.

Saat mengolah TKP pada 14 Oktober 2026, tim gabungan menemukan indikasi titik leleh pada bagian bushing 150 kV Transformator 1. Di dekat trafo tersebut, petugas juga menemukan seekor kera dengan kondisi luka bakar hebat. Keterkaitan temuan hewan tersebut dengan lumpuhnya sistem proteksi gardu induk hingga kini masih terus didalami secara teknis oleh tim forensik.

BACA JUGA:  Bintan Masih Sebagian Pulih Usai Blackout Batam, PLN Ungkap Progres Pemulihan Listrik