Berdasarkan berita BBC yang mengutip media Israel, kelompok aktivis Tzav 9 bertanggung jawab mengorganisir protes tersebut.
Seorang pengunjuk rasa mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia berada di pos pemeriksaan pada hari Senin karena dia mendengar truk bantuan sedang dalam perjalanan ke tangan Hamas.
Hana Giat, 33, mengatakan “tidak ada makanan yang boleh masuk ke Gaza” sampai sandera Israel dikembalikan “dalam keadaan sehat dan hidup”.
Empat massa pemrotes itu ditangkap aparat setempat. Empat orang itu termasuk satu orang anak di bawah umur.
Dilansir The New Arab, 27 Januari 2024, Tzav 9 sudah memblokade bantuan kemanusiaan untuk Gaza sejak Januari itu. Jadi, mereka memang dikenal kerap memblokade bantuan untuk Gaza.
Istilah ‘tsav’ dalam bahasa Ibrani (bahasanya orang Yahudi) adalah ‘perintah’ atau ‘order’ dalam bahasa Inggris. Mereka menamai kelompoknya sebagai ‘Tsav 9’ karena mencontoh ‘Tsav 8’ atau Perintah ke-8 yang diterbitkan pemerintah Israel untuk pasukan cadangan yang diminta memobilisasi diri setelah peristiwa 7 Oktober 2023.
Kelompok Tsav 9 mengaku sebagai keluarga dari para sandera Hamas dan pendukung Israel. Tuntutan mereka adalah agar tidak ada bantuan yang masuk ke Gaza sampai para sandera dibebaskan. Tsav 9 menilai bantuan yang masuk ke Gaza bakal dipakai oleh Hamas dan warga sipil Gaza, namun tidak untuk para sandera.













