harris
BatamLingkunganZona Headline

Batam Kota Pendatang, Akar Bhumi Kecam Pernyataan ‘Suruh Pulang’ Li Claudia Chandra saat Sidak

253
×

Batam Kota Pendatang, Akar Bhumi Kecam Pernyataan ‘Suruh Pulang’ Li Claudia Chandra saat Sidak

Share this article
Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan. (ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam– Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang meminta warga pendatang “pulang kampung” saat melakukan sidak pengambil pasir, memicu gelombang kritik. NGO lingkungan Akar Bhumi Indonesia mengecam keras gaya komunikasi tersebut yang dinilai tidak mencerminkan realitas sosiologis Batam sebagai kota yang dibangun oleh para pendatang.

BACA JUGA:  Drama Adu Penalti Bikin Tegang, Walikota Batam Amsakar Achmad Puji Mental Juara Timnas

Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan, menegaskan bahwa identitas Batam sejak awal adalah kota melting pot (percampuran) berbagai suku dan daerah. Menurutnya, pernyataan Li Claudia yang mengaitkan status domisili dengan tindakan penertiban adalah langkah mundur dalam komunikasi publik seorang pejabat.

“Kita Semua Pendatang di Batam”

Hendrik menyayangkan ucapan Li Claudia di hadapan para pengambil pasir yang berbunyi: “Kalau bukan orang Batam, nggak kerja, nyolong-nyolong, suruh pulang saja.”

BACA JUGA:  PLN Batam Raih Tiga Penghargaan IQSA 2026, Perkuat Komitmen Keselamatan dan Lingkungan

“Jangan bicara pendatang. Kita semua ini pendatang di Batam. Statemen seperti itu sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang pemimpin di kota yang heterogen ini,” ujar Hendrik dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Ia mendesak agar Pemerintah Kota Batam dan BP Batam mengevaluasi kemampuan komunikasi publik (public speaking) para pejabatnya agar tidak menimbulkan polarisasi dan ketersinggungan di tengah masyarakat bawah.

BACA JUGA:  Imbas Asap Karhutla, Ombudsman Kepri Desak Sekolah Swasta dan Negeri Wajib BDR