Batam Punya CeritaZona Headline

Merananya Warga di Batam Mati Air Berhari-hari, Ambil ke Masjid hingga Tampung Air Hujan

259
×

Merananya Warga di Batam Mati Air Berhari-hari, Ambil ke Masjid hingga Tampung Air Hujan

Share this article
Resti (26) warga Perumaan Happy Garden terpaksa menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari. Hal ini akibat gangguan layanan air bersih di tempatnya akibat kerusakan pipa induk layanan air bersih di Taman Baloi. (Foto: Yoyo/GudangBerita)
banner 468x60

Sebelumnya pipa induk Air Batam Hilir (ABH) di Simpang Indomobil (Simpang Baloi) patah tertimpa sebuah eskavator, Kamis (30/11/2023) malam.

Padahal sebelumnya, pipa di lokasi itu sedang menunggu perbaikan dari kebocoran. Akibatnya kerusakannya kian parah saat itu.

Eskavator yang berada di atas bukit jatuh bersamaan dengan longsor akibat hujan deras, menimpa pipa air yang berada di bawahnya hingga patah.

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Denny Tondano, Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, pada Jumat (1/12/2023), mengakui bahwa peristiwa ini menyebabkan pasokan air bersih ke rumah warga di 24 kawasan sekitar Kota Batam langsung terhenti.

Kawasan yang terdampak meliputi; Batu Batam, Baloi Center, Nagoya, Jodoh, Batu Ampar, Kp Utama, Pelita, Ocarina, Bengkong, Sei Panas, Tanjung Buntung, Borobudur, Melcem, Sengkuang, Batu Merah, Citra Buana, Seraya, RSBk, Harapan Bunda, Awal Bros, Elisabeth, Bengkong Polisi, Bengkong Abadi, Bengkong Langit dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

“Pipa yang patah akan diperbaiki dengan langkah-langkah evakuasi alat berat terlebih dahulu. Selanjutnya, akan dilakukan perataan tanah di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan,” ungkap Denny.

Proses perbaikan melibatkan pemotongan pipa yang patah dan penyambungan menggunakan socket, mirip dengan proses sebelumnya di depan Kongkow. Estimasi waktu perbaikan masih belum dapat dipastikan dan bergantung pada kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman