Gudangberita.co.id, Batam – Setelah menuai kontroversi dan kritikan tajam, terutama dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, nama Flyover Laksamana Ladi resmi diganti.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengumumkan bahwa flyover sepanjang 120 meter dan lebar 10,5 meter tersebut kini bernama “Flyover Sungai Ladi”.
Keputusan ini diambil setelah dapat masukan dari tokoh masyarakat, tetua adat, dan berbagai pihak terkait.
Rudi menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi kepada masyarakat atas kritik dan masukan yang membangun.
Nama Laksamana Ladi sebelumnya menjadi sorotan karena dianggap “antah berantah” oleh masyarakat.
Bahkan, LAM Batam mempertanyakan dasar kajian sejarah yang digunakan untuk memilih nama tersebut. Hingga kini, literatur atau bukti sejarah tentang sosok Laksamana Ladi belum dapat dijelaskan secara memadai.
Rudi menekankan bahwa perubahan nama ini bertujuan untuk menjaga keharmonisan dan rasa hormat terhadap semua elemen masyarakat. “Pertama-tama, saya memohon maaf atas apa yang telah terjadi. Saya juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Batam yang mendukung pembangunan flyover ini,” katanya, Kamis (2/1/2024).
Terlepas dari polemik, Rudi memastikan bahwa Flyover Sungai Ladi tetap menjadi bagian penting dari identitas Batam. Infrastruktur ini tidak hanya dirancang untuk mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan menarik investasi ke Batam.












