Gudangberita.co.id, Batam – Batam gempar pada malam pergantian tahun 2024. Peresmian flyover kedua di kota itu, yang diberi nama “Laksamana Ladi Flyover,” menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Bukan soal bentuk flyover atau fungsinya, tetapi nama yang disematkan: siapa sebenarnya Laksamana Ladi?
Nama ini memicu berbagai spekulasi, dari serius hingga jenaka. Beberapa warga percaya Laksamana Ladi adalah tokoh legendaris Melayu yang “terselip” dari sejarah formal. Namun, para sejarawan tidak tinggal diam.
Aswandi Syahri, seorang ahli sejarah lokal, menegaskan bahwa nama tersebut tidak tercantum dalam literatur sejarah Melayu mana pun.
“Saya rasa nama ini perlu ditinjau kembali. Jika BP Batam ingin menggunakan nama tokoh sejarah, sebaiknya pastikan dulu keberadaannya dalam literatur sejarah yang sah,” tulis Aswandi di akun media sosialnya.
Bahkan hal ini jadi bahan diskusi warganet. “Mungkin ini tokoh khayalan. Atau nama yang dihasilkan oleh teknologi seperti ChatGPT,” canda seorang netizen di media sosial.
Tidak sedikit yang memandang keputusan ini sebagai bentuk “terobosan kreatif” yang agak konyol. Meme-meme beredar, menggambarkan Laksamana Ladi sebagai karakter fiksi—dari pahlawan laut bergaya superhero hingga penguasa laut dengan wajah imajiner.












