Rapat Darurat dan Kontroversi Lembaga Adat
Malam 31 Desember 2024, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam menggelar rapat darurat. Dalam pertemuan itu, Ketua Umum LAM, YM. H. Raja Muhamad Amin, menyatakan kekhawatirannya.
“Kami khawatir, jika nama ini terus beredar, akan sulit untuk mengubahnya di masa depan,” ujar YM. H. Raja Muhamad Amin, Ketua Umum LAM Batam.
Sepertinya LAM tidak ingin nama ini menjadi sumber kebingungan di masa depan. Apalagi, gelar Laksamana itu berat maknanya.
Surat resmi pun dilayangkan kepada BP Batam untuk meminta klarifikasi mengenai dasar pemilihan nama tersebut.
Hingga kini, BP Batam belum memberikan pernyataan resmi, tetapi isu ini sudah memancing perhatian publik, termasuk warganet yang menganggap kisah ini layak diangkat menjadi sinetron.
Laksamana Ladi: Fakta atau Fiksi?
Laksamana Ladi kini menjadi semacam teka-teki sejarah. Jika benar ia tokoh legendaris, mengapa jejaknya tidak terdokumentasi? Jika tidak, siapa yang memutuskan untuk menjadikannya nama flyover?
Beberapa warga dengan nada bercanda bahkan menyebut, “Laksamana Ladi itu cuma nama samaran, mungkin Ladi itu singkatan ‘Lalu Dilanggar’.” Ada juga yang berseloroh, “Mungkin Laksamana Ladi adalah pahlawan masa depan, dikirim dari tahun 3024!”












