NusantaraZona Headline

Kasus Korupsi Kades, Dulu Ngaku Buat Nikah Lagi, Ternyata Nyawer

310
×

Kasus Korupsi Kades, Dulu Ngaku Buat Nikah Lagi, Ternyata Nyawer

Share this article
Terdakwa korupsi dana desa Lontar Kabupaten Serang, Aklani. (detikom)
banner 468x60

Nyawer LC hingga Karaoke

Aklani di persidangan memberikan keterangan yang berbeda. Aklani mengaku menggunakan dana desa untuk karaoke dan hiburan malam.

Dia mengaku bersenang-senang dengan stafnya menggunakan dana desa. Dana yang digunakan terdakwa diambil dari proyek-proyek fiktif selama 2020, seperti pembangunan rabat beton di beberapa RT yang nilainya ratusan juta rupiah.

BACA JUGA:  Banyak PR, Amsakar Achmad Sebut Persoalan Batam Tak Bisa Selesai Instan

Kemudian, ada proyek senilai puluhan juta, seperti pelatihan servis ponsel untuk warga saat masa pandemi COVID-19. Ada juga laporan pajak yang tidak disetorkan, bantuan provinsi yang ditilap, hingga gaji pegawai yang tidak dibayarkan.

“Ini total hampir semiliar, banyak banget ini dikemanakan?” tanya hakim ketua Dedy Adi Saputra saat memeriksa terdakwa di Pengadilan Tipikor Serang, Banten, Selasa (31/10).

BACA JUGA:  Waspada Malvertising! Pemko Batam Ingatkan Warga Hati-Hati Iklan Diskon Palsu Jelang Lebaran

“Kalau saya merasa buat pribadi ada. Staf merasakan semua yang namanya duit,” jawab Aklani.

“Buat beli apa?” tanya hakim.

“Malu ngucapinnya. Kalau saya pakai (kira-kira) Rp 275 juta buat hiburan dengan staf-staf,” ujarnya.

Dia mengatakan hiburan itu antara lain untuk karaoke dan membayar wanita pendamping karaoke (lady companion/LC). Dia juga mengaku menyawer LC dengan uang korupsi itu.

BACA JUGA:  Angka Cantik di Tengah "Rapor Merah" Tata Ruang

“Karaoke, Yang Mulia. Nyanyi-nyanyi doang. Ya kalau hiburannya tiap hari,” ujarnya