BatamPeristiwaZona Headline

Kapal Nelayan Batam Tenggelam di Pulau Putri, Korban Sempat Telepon Minta Tolong

108
×

Kapal Nelayan Batam Tenggelam di Pulau Putri, Korban Sempat Telepon Minta Tolong

Share this article
Kapal tenggelam. (ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Insiden mencekam dialami dua nelayan asal Tanjung Uma di perairan Pulau Putri, Nongsa, Sabtu (14/3/2026) malam. Di tengah kegelapan laut, salah satu korban sempat melakukan panggilan telepon darurat sesaat setelah kapal yang mereka tumpangi karam dihantam ombak.

Peristiwa bermula saat Aris (57) dan Raja Wadi Harahap (49) berangkat melaut sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, situasi berubah menjadi bencana ketika memasuki pukul 21.00 WIB.

BACA JUGA:  Kapal Nelayan Cumi Hancur Ditabrak Tongkang di Perairan Bangka, 2 Nelayan Hilang di Laut

Dalam kondisi darurat, Raja Wadi (Waldi) berhasil meraih ponselnya dan menghubungi kerabatnya untuk melaporkan bahwa kapal mereka telah tenggelam di sekitar perairan Pulau Putri. Panggilan telepon singkat tersebut menjadi kunci awal koordinasi penyelamatan sebelum situasi semakin memburuk.

Mendapat laporan langsung dari korban, pihak keluarga segera meneruskan informasi tersebut ke otoritas terkait. Respon cepat langsung dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos AL Batam, Polairud Batam, dan KSOP Batam.

BACA JUGA:  Jejak Terakhir Penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 Terekam CCTV di Lorong Dek Kantin Sebelum Hilang

“Korban sempat mengabari melalui telepon bahwa kapalnya tenggelam. Beruntung, posisi korban cepat diketahui sehingga proses evakuasi bisa segera dilakukan,” ungkap laporan Basarnas.

Setelah sempat terombang-ambing, kedua korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh kerabat yang bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima telepon tersebut. Pada pukul 22.00 WIB, Aris dan Raja Wadi mendarat di Pantai Nongsa dalam kondisi selamat.